HUBUNGAN STIGMA SOSIAL DENGAN MINAT PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL
DOI:
https://doi.org/10.31290/majory.v8i1.6368Kata Kunci:
IVA, minat, stigma sosial, wanita usia suburAbstrak
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Skrining menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan cara deteksi dini yang efektif dan terjangkau, namun pemanfaatannya masih rendah, salah satunya dipengaruhi oleh stigma sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan stigma sosial dengan minat pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Astambul. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 63 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner stigma sosial yang diadaptasi dari Cancer Stigma Scale (CASS) dan kuesioner minat pemeriksaan IVA, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki stigma sosial sedang (92,1%) dan tidak berminat melakukan pemeriksaan IVA (55,6%). Terdapat hubungan bermakna antara stigma sosial dengan minat pemeriksaan IVA (p=0,041). Disimpulkan bahwa semakin rendah stigma sosial, semakin tinggi minat wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan promosi kesehatan untuk menurunkan stigma sosial.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 ima_dewi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



