HUBUNGAN DIABETES MELLITUS (DM) DENGAN SIKLUS MENSTRUASI WANITA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT AURA SYIFA KABUPATEN KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.31290/majory.v8i1.6089Kata Kunci:
Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Siklus Menstruasi, Wanita Usia SuburAbstrak
Gangguan siklus menstruasi merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat dipengaruhi oleh kondisi metabolik, termasuk Diabetes Mellitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Diabetes Mellitus dengan siklus menstruasi wanita usia subur (WUS). Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Jumlah populasi tidak diketahui secara pasti karena keterbatasan data usia reproduktif pada pasien dengan DM, sehingga penentuan sampel dilakukan melalui teknik Consecutive Sampling yang terdiri dari 32 WUS yang terdiagnosis DM. Data dikumpulkan melalui pendekatan sekunder dari rekam medik yang mencakup jenis DM, kadar glukosa darah acak (GDA), dan usia, serta primer melalui wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (78,1%) mengalami gangguan siklus menstruasi, sedangkan 12,5% responden dengan siklus menstruasi teratur. Selain itu, sebanyak 90,6% responden memiliki kadar GDA >200 mg/dL dan hanya 9,4% dengan kadar glukosa darah terkendali (<200 mg/dL). Analisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kadar glukosa darah dengan keteraturan siklus menstruasi, dengan nilai signifikansi (2-Tailed) sebesar 0,02 yang lebih kecil dari batas α = 0,1, dimana semakin tinggi kadar glukosa darah, semakin besar kemungkinan mengalami gangguan siklus menstruasi. Oleh karena itu, pengendalian kadar glukosa darah penting dalam menjaga kesehatan sistem reproduksi wanita, khususnya dalam mencegah gangguan siklus menstruasi.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anisa Nurjanah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



