PENGARUH MOBILISASI DINI DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP INTENSITAS NYERI LUKA PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSIA RIKA AMELIA PALEMBANG

Penulis

  • Nur Hidayah Tullah; Muhammad Taswin ; Sari Wahyuni Poltekkes Kemenkes Palembang, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31290/majory.v8i1.5956

Kata Kunci:

Mobilisasi dini, post sectio caesarea, skala nyeri, teknik relaksasi nafas dalam

Abstrak

Angka persalinan melalui sectio caesarea (SC) meningkat dan berdampak pada bertambahnya kebutuhan pemulihan pascaoperasi, termasuk pengendalian nyeri luka. Nyeri yang tidak tertangani dapat menghambat mobilisasi, menyusui, perawatan bayi, dan memperpanjang lama pemulihan. Mobilisasi dini dan teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi nonfarmakologis sederhana, murah, dan dapat dilakukan oleh bidan/perawat sebagai pelengkap analgesik. Kebaruan penelitian ini adalah membandingkan dua intervensi nonfarmakologis tersebut secara terstandar pada setting RSIA dengan angka SC tinggi di Palembang, menggunakan regimen analgesik yang homogen dan prosedur pretest-posttest yang sama. Tujuan: Mengetahui pengaruh dan perbedaan efektivitas mobilisasi dini dan teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri luka pasien post SC di RSIA Rika Amelia Palembang tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent two-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 ibu post SC yang memenuhi kriteria, dialokasikan seimbang ke kelompok mobilisasi dini (n=16) dan relaksasi napas dalam (n=16). Semua responden mendapatkan analgesik standar yang sama sesuai rekam medis. Nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum intervensi dan setelah dua hari intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon untuk perubahan dalam kelompok dan Mann-Whitney U untuk membandingkan selisih penurunan nyeri antarkelompok. Hasil: Rerata nyeri kelompok mobilisasi dini menurun dari 7,81±0,83 menjadi 5,00±0,89 (p<0,001). Rerata nyeri kelompok relaksasi napas dalam menurun dari 8,06±0,77 menjadi 6,56±0,72 (p<0,001). Penurunan nyeri lebih besar pada kelompok mobilisasi dini dibandingkan relaksasi napas dalam (2,81 vs 1,50; p=0,002). Kesimpulan: Mobilisasi dini dan relaksasi napas dalam sama-sama berpengaruh terhadap penurunan nyeri luka post SC, namun mobilisasi dini menunjukkan efektivitas lebih besar. Temuan ini perlu diinterpretasikan hati-hati karena ukuran sampel kecil dan alokasi tidak acak, tetapi tetap dapat menjadi dasar penguatan SOP manajemen nyeri nonfarmakologis pasca SC di Rumah Sakit.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-15