PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA MONOPOLI EDUKATIF TERHADAP SISWI KELAS 5-6 SDN CURUNGREJO MALANG

Penulis

  • Elisa Anggraheni, Henny Astutik, Sunaeni Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.31290/majory.v8i1.6929

Kata Kunci:

kecemasan, menarche, monopoli edukatif, pendidikan kesehatan

Abstrak

Menarche merupakan tanda pubertas pertama pada remaja putri yang sering menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi perubahan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan edukasi tentang menstruasi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media monopoli edukatif terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi kelas 5–6 di SDN 2 Curungrejo Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswi yang belum mengalami menarche dengan teknik total sampling sebanyak 24 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi STAIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan kategori sedang (58,34%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori ringan (58,34%). Rata-rata skor kecemasan menurun dari 50,83 menjadi 28,63. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media monopoli edukatif berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan menghadapi menarche. Monopoli edukatif dapat dimanfaatkan sebagai alternatif metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah dasar, serta dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang menarik, efektif, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kesiapan siswi dalam menghadapi menarche.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-15