Anggelia, Titik Maga. 2018. Risiko Kejadian Ikterus Neonatorum pada Neonatus dengan Riwayat Asfiksia Bayi Baru Lahir di RSD dr. Soebandi Jember tahun 2017
DOI:
https://doi.org/10.31290/jkt.v(4)i(2)y(2018).page:154%20-%20164Kata Kunci:
icteric, asphyxia, riskAbstrak
Ikterus merupakan warna kuning yang tampak pada kulit dan mukosa karena peningkatan bilirubin. Ikterus biasanya fisiologis, namun pada sebagian kasus dapat menyebabkan patologis, ikterus neonatorum patologis menyebabkan kematian neonatus sebesar 6% dari tujuh penyebab tertinggi kematian neonatus. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar risiko kejadian ikterus neonatorum fisiologis pada bayi dengan riwayat asfiksia bayi baru lahir di Ruang Perinatologi RSD dr. Soebandi Jember tahun 2017.
Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan jenis penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini sejumlah 750 dangan jumlah sampel 120 responden yang dipilih dengan teknik Simpel Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah chi square dan Odd Ratio.
Hasil penelitian menunjukkan ikterus nenonatorum sebesar 55,8%, kejadian asfiksia sebesar 56,7%, ada hubungan antara kejadian ikterus neonatorum dengan riwayat asfiksia bayi baru lahir dengan p sebesar 0,009 dan OR sebesar 2,88.
Pada penelitian ini terdapat beda risiko kejadian ikterus neonatorum dengan riwayat asfiksia bayi baru lahir, serta riwayat asfiksia mepunyai risiko 2,88 kali mengalami ikterus neonatorum fisiologis.
Hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk dilakukan penanganan awal asfiksia sebagai upaya memperkecil risiko kejadian ikterus neonatorum fisiologis sehinggan tidak berkembang menjadi ikterus neonatorum patologis.






